Pemko Medan Dukung Angkutan Berbasis Online Sepanjang Sesuai dengan Aturan

dibaca 583 pembaca

Pemko Medan Dukung Angkutan Berbasis Online Sepanjang Sesuai dengan Aturan

Maraknya kini angkutan berbasis online tak bisa dipungkiri lagi. Pemko Medan mengapresiasi sekaligus mendukung semua transportasi baik konvensional maupun angkutan online di Medan ini sepanjang sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Hal itu dikatakan Kadis Perhubungan Kota Medan Renward Parapat kepada mitra Grab di Tiara Convention Center Medan, Senin (12/2). Pertemuan antara pengusaha Grab, mitra Grab dan pemerintah berlangsung penuh keakraban dengan judul “Cakap-cakap Seru Bersama Grab”. Hadir ratusan pengemudi Grab. Hadir di sana Direktur Lalu lintas Sumut Kombes Pol Agus Susanto, SIK dan Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata serta Manager Grab Kota Medan Irwant. 

“Pemko Medan mendukung adanya pelayanan angkutan di Kota Medan baik konvensional maupun online,” tegas Rendward Parapat.

Ia mengakui angkutan berbasis online seperti Grab taat terhadap aturan yang ada. Di Medan, beberapa titik ada ada kemacetan. Jadi bagaimana memberi pelayanan tapi tidak mengganggu operasional yang membuat jalanan macet. Misalnya, ada order pesanan ke mall, harus menunggu lama sehingga dibelakang menjadi macet. “Jadi mari sama-sama membangun Kota Medan. Kami sedang sering koordinasi dengan Grab dan Grab mendukung angkutan yang ada,” ujarnya. Ia mengakui Grab, angkutan online yang perkembangannya cukup pesat di Kota Medan sebagai kota bisnis, kota tujuan wisata dan kota nomor tiga di Indonesia.

Dari sisi sektor transportasi dan infrastruktur jalan, Medan terus berbenah diri. Pertumbuhan penduduk Medan sangat cepat. Dulu kalau hari libur, lapang jalanan. Sekarang dirasakan kepadatan lalu lintas sangat tinggi. Di Medan selama ini angkutan dilayani angkutan umum trayek dan non trayek.

Saat ini, kata Renward, yang terdaftar ada 8.017 angkutan berupa mobil penumpang, bus, taksi dan becak bermotor (betor). Ditambah 3.500 angkutan khusus di Medan Binjai Deliserdang (Mebidang). Sampai sekarang, plafon yg diberilan provinsi masih 3.500. Tahun 2019, diharapkan mulainya pembangunan angkutan LRT dan MRT. Direktur Lalulintas Polda Sumut Kombes Pol Agus Susanto, SIK meminta Grab tetap memberikan kenyamanan dan keamanan bagi mitra pengemudi Grab dan penumpang.

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan mitra pengemudi menjadi pusat dari apa yang kami lakukan karena mereka memiliki peran penting dalam membentuk perusahaan menjadi platform transportasi terpercaya di Indonesia. Grab, kata Ridzki, kini berekspansi ke 111 kota di Indonesia. “Pencapaian luar biasa ini dapat terwujud berkat kontribusi Medan sebagai salah satu kota penunjangnya,” kata Ridzki.

 

 

Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan