DONOR DARAH DAN ESSENSI MENGATASI MASALAH KESEHATAN

dibaca 149 pembaca

Dalam kutipan di www.kompas.com yang ditulis oleh Indira Permanasari S | Selasa, 4 September 2012, terdapat artikel berjudul Utusan Sebelas Negara Bahas Masalah Kesehatan. Kegiatan ini berlangsung 4 s.d 7 September 2012. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan, isu-isu utama yang akan dibahas dalam pertemuan para menteri kesehatan terkait penuaan dan masalah kesehatan; jaminan kesehatan semesta, dan regulasi kesehatan internasional. Sedikit kita cermati mengenai masalah kesehatan, dimana selalu ada Pepatah lama yang sering kita dengar “Kekayaan yang paling berharga adalah kesehatan”. Jika ini merupakan bagian dari kekayaan, kita harus berupaya untuk mencegah dahulu daripada mengobati. Saat ini, kita mengenal beberapa cara yang bagus untuk menjaga kesehatan seperti berolah raga, tidur teratur, memakan makanan bergizi bahkan mengkonsumsi vitamin. Namun, kita terkadang lupa dan tidak menjadi terbiasa, Donor darah. Ternyata ini merupakan bagian dari cara untuk menjaga kesehatan.

 

Penulis sudah 5 kali merasakan, bahwa dengan donor darah, bisa membuat kita sehat. Diawali bakti sosial yang pernah diikuti sampai menolong seorang ibu yang mengalami pendarahan dan butuh darah yang banyak. Terasa di awal pengambilan darah begitu sakit. Seorang teman yang lebih senior mengajari jika ingin donor darah ada dua hal yang mesti disiapkan yaitu Siapkan jasmani dan rohani dan ketika jarum sudah masuk, segera tarik napas seperti berolah raga. Sungguh cara yang luar biasa, pada saat menolong sang ibu yang pendarahan, terasa segar badan dan ketika jarum menusuk, tidak sakit karena tarikan napas yang teratur membuat badan rileks dan semua sensasi badan menjadi rileks terutama bagian kepala. Terasa darah mengalir begitu lancar dan segala sakit seperti migrain yang sebelum donor darah merupakan penyakit harian, menjadi sembuh. Tanpa disadari selain migrain, derita lain seperti pegal-pegal, kesemutan juga berangsur hilang. Sejak itu, Penulis secara rutin 3 bulan sekali mendonorkan darah di PMI sebagai upaya pendukung menjaga kesehatan.

 

17 September 2012, PMI merayakan ulang tahunnya yang ke 67. Dalam kesempatan tersebut sedikit mengutip pernyataan dari Yusuf Kalla seperti dilansir di website www.pmi.co.id, “Di tengah banyaknya tantangan, hambatan dan rintangan, PMI semakin tegar dan matang dalam menghadapi kejadian bencana, konflik dan persoalan sosial yang melanda masyarakat. Meski usia terus bertambah, namun tidak membuat pergerakan PMI menjadi tidak dinamis. Disinilah pentingnya keterlibatan relawan muda untuk berpartisipasi aktif di setiap gerakan kemanusiaan,”. Keterlibatan generasi muda tentunya penting untuk bisa secara dinamis sebagai agent yang aktif memberi kontribusi positif disejumlah disiplin ilmu. Kita tidak bisa memajukan bangsa ini jika kita tidak sehat. Dengan menjaga kesehatan, kita dapat berpikir jernih untuk melanjutkan perjuangan bangsa.

 

Yang menjadi persoalan, bagaimana donor darah menjadi salah satu cara yang menjadi bagian dari bagian pendidikan. Dengan menjadi bagian dari pendidikan, setiap pendidik bisa menanamkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, serta menjelaskan bahwa ini merupakan kegiatan yang sesuai dengan sila kedua dari Pancasila, “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab”. Disamping itu, donor darah juga berarti kita itu memberikan sesuatu secara iklash yang juga kita melakukan seperti sedekah melalui setetes darah. Dalam essensi agama, akan membuat kita mendapat pahala dari Allah SWT.

 

Beberapa orang ketika ditanya, selalu menjawab, tentang pentingnya donor darah, selalu menjawab takut jarum. Takut jarum untuk saat ini, harusnya sudah kita hilangkan, karena jarum yang dipakai lebih hiegenis dan tidak terlalu panjang, intinya adalah niat. Jika niat kita tulus untuk membantu sesama dan untuk kesehatan kita, Allah SWT akan memberi jalan kepada kita kemudahan sehingga segala bayangan ketakutan kita akan menjadi sirna, Kita pikirkan saja, di umur yang sudah tua, kita tetap sehat dan tetap semangat menjalankan aktivitas, tentunya pola dan gaya hidup sekarang juga turut menentukan.

 

Akhirnya, terkembali kepada kita. Diri kita sendiri menentukan kualitas kesehatan kita dan kita bisa berkonsultasi dengan PMI terdekat. Coba kita bayangkan di tahun yang akan datang, terdengar kabar, tingkat kesehatan penduduk indonesia tinggi dan semua generasi muda sadar untuk berprilaku sehat serta rajin untuk berdonor darah untuk membantu sesama, suatu keindahan dan peningkatan hakikat pembangunan indonesia sendiri. Setetes darah sangat berarti bagi yang membutuhkan, suatu essensi mengatasi kesehatan.