Jum'at, 2009-11-20 21:15:10
Wib
FILM CINTA WUJUD KREATIFITAS PECINTA FILM INDIE
Setelah diputar di beberapa negara seperti Inggris dan Australia serta beberapa Universitas di Indonesia, Film indie asal Bandung bertajuk
'Cin(T)a' kini hadir di Medan. Dijadwalkan film tersebut akan diputar selama enam kali pada Jumat-Sabtu (20-21/11) di Aula Prof.M.Ildrem, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU).
Ahmad Hidayat, Ketua Panitia Screening Film 'Cin(T)a' mengaku pemutaran selama enam kali dilakukan untuk memberi banyak kesempatan kepada masyarakat kota Medan agar bisa menonton film ini. "Film ini wajib diputar di medan, mengingat film ini juga mengisahkan seorang pemuda yang berasal dari Tarutung SUmatera Utara," ujar pria yang akrab disapa Dayat ini.
Selain screening, juga akan dilakukan diskusi membahas topik yang diangkat pada film ini mengenai perbedaan agama, ras dan kebudayaan, yang cukup mengundang kontroversi. Diskusi ini akan dihadiri langsung Sutradara 'Cin(T)a', Sammaria Simanjuntak, Produser; Sally Anom Sari, serta Jaya Arjuna, Budayawan yang juga dosen Fakultas Teknik USU.
Screening Film 'Cin(T)a'juga didukung oleh beberapa media partner seperti Pers Mahasiswa Suara USU, dan beberapa radio swasta di Kota Medan. Dalam penayangan perdananya hari ini, tiket terjual sebanyak lebih dari 500, dengan HTM Rp.10.000,-. Tiket yang tersedia untuk pemutaran selama dua hari sebanyak 800.
Kontoversi Tentang Perbedaan Keyakinan 'Cin(T)a' merupakan kisah cinta segitiga antara seorang pria yang bernama Cina dan Annisa serta Tuhan mereka. Dalam film tersebut, Annisa dan Cina
menjalin kasih namun terhalang oleh perbedaan keyakinan yang mereka anut.
Annisa, seroang gadis jawa muslim dengan berbagai adat istiadatnya, sedangkan Cina, pemuda chinese yang beragama kristen.
Film garapan Sembilan Matahari ini pertama kali diluncurkan di National Film Theater London, Inggris, 29 Mei lalu. Selain itu, 'Cin(T)a' juga diputar di beberapa Universitas di kerajaan Inggris seperti di Birmingham University,
Northumbria University, Leeds University dan Manchester University.
Pemutaran Film tersebut mendapat apresiasi baik dari penonton lokal maupun internasional.
"Filmnya bagus, mereka berani memasukkan dialog-dialog yang mungkin bagi orang-orang yang fanatik dengan agama pasti akan merasa kurang nyaman,
selain itu kemasan serta editingnya keren, ngga kalah sama film-film bioskop lain," ujar Kiky, salah seorang penonton yang ikut menhadiri pemutaran film 'Cin(T)a' bersama teman-temannya.
|