Home Medan
Selayang Pandang Kota Medan
Pemerintah Kota Medan
Unit Kerja
Data Wilayah Medan
Produk hukum kota medan
Info Layanan kota medan
Pariwisata Kota Medan
Produk Unggulan Kota Medan
Perekonomian KOta Medan
Infrastruktur kota medan
Potensi dan Investasi kota medan
Prosedur dan Investasi kota medan
Database kota medan
Direktori kota medan
Direktori kota medan
Gallery kota medan
profil Tokoh Medan
Buku Tamu kota medan
Peta situs kota medan
a
Selasa, 2010-09-7 09:38:00 Wib
WAKIL WALIKOTA TUTUP RESMI RAMADAN FAIR VII ; RAMADAN FAIR JADI PERHATIAN MASYARAKAT INTERNASIONAL
Senin, 2010-09-6 07:55:00 Wib
PEDAGANG KETUPAT MULAI RAMAIKAN PASAR
Senin, 2010-09-6 07:49:00 Wib
6.000 PAKET SEMBAKO UNTUK KAUM DHUAFA
Senin, 2010-09-6 07:45:00 Wib
PENUMPANG DIPREDIKSI MELONJAK H-2
Senin, 2010-09-6 07:40:00 Wib
LION AIR TAMBAH 60.000 SEAT UNTUK ANGKUTAN LEBARAN
Senin, 2010-09-6 07:34:00 Wib
MASYARAKAT PADATI PLAZA DAN PASAR
 
kota medan  
kota medan  

Home / Berita Pemko Medan / Detail


BERITA PEMKO MEDAN

kota medan

Sabtu, 2009-11-21 09:15:13 Wib
PROBLEM PEREMPUAN DAN ANAK PERLU PENANGANAN TERPADU

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari mengatakan perlu penanganan terpadu untuk mengatasi berbagai persoalan yang terjadi pada perempuan dan anak, jika berjalan sendiri-sendiri penyelesaian akan lambat.

Demikian dikatakannya, di Medan seteah dilaksanakannya pertemuan ramah tamah dengan tokoh perempuan di Sumut tadi malam.

Dia mencontohkan, masalah anak kekurangan gizi dan pendidikan mereka, masalah ibu yang terjangkit HIV, dan masalah lainnya, jika ditangani persektor lembaga saja akan berjalan lamban.

“Koordinasi antar sektor yang kompeten, misalkan pihak kesehatan yang menemukan kasus gizi buruk dan memberikan upaya penyehatan serta pemulihan, bisa bekerjasama dengan sektor pangan maupun nantinya sektor pendidikan,” sebut istri Agum Gumelar ini.

Diterangkannya, jika pihak pangan memberikan asupan untuk makanan yang sehat, setelahnya bekerjasama dengan pihak pendidikan yang nantinya menyampaikan pokok pikiran apa dan bagaimana gizi buruk serta pencegahan dan penanganan secara dini.

Demikian juga untuk tugas-tugas lain yang bisa dibahas secara terpadu terhadap sesama sektor, utamanya tentang penyakit HIV yang saat ini semakin menghawatirkan. Untuk mencegah perkembangan yang lebih luas, tentu perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat, apa penyakit itu bagaimana penularannya dan bagaimana supaya tidak terkena.

"Harus ada penanganan terpadu terhadap masalah perempuan dan anak. Jejaring perlu dibentuk dan semua instansi diharapkan saling mendukung, jika tidak akan sangat sulit mengatasinya," ujarnya.

Demikian halnya dengan Pengarus Utamaan Gender (PUG), kata Linda, bahwa penyadaran terhadap lapisan masyarakat terkait setara gender memang belum sepenuhnya tercapai. Tetapi dengan adanya sosialisasi secara terpadu dan terus menerus maka PUG ini akan sampai kepada masyarakat. Hal ini semakin nyata, bahwa saat ini semakin banyak perempuan yang menempati kedudukan strategis.

"Kita harus optimis bahwa PUG ini semakin memasyarakat, meskipun masih ada budaya patriarki yang belum sepenuhnya menerima, karena itu perlu merubah pola pikir masyarakat, disamping terus sosialisasi," ujarnya sembari menyebutkan perlu payung hukum terkait setara gender ini.

Share |
:

 



 
 
© 2005-2008 , pemkomedan.go.id. Hak cipta dilindungi Undang-Undang. E-mail kirim ke: sekretariat@pemkomedan.go.id .