Sabtu, 2010-02-06 10:28:13
Wib
POJOK MELAYU HADIR DI PERPUSTAKAAN DAERAH SUMUT
Gabungan Persatuan Penulis Nasional (Gapena) Malaysia bekerjasama dengan Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumetnasi (BAPD) Sumut membuka Malay Corner atau pojok Melayu yang berisi tentang buku-buku Melayu terbitan Malaysia di Perpustakaan Daerah Sumut, Jalan Brigjen Katamso Medan.
Kerjasama ini ditandai dengan penyerahan buku-buku karya sastra, agama dan sejarah terbitan Malaysia yang diserahkan Ketua Satu Gapena Malaysia, Tan Sri Prof Emiritus Dato’Haji Ismail Hussein disaksikan Konsul Jenderal Malaysia di Medan, Norlin Othman.
"Malay Corner merupakan tempat membina hubungan yang baik antara penulis Malaysia dan Indonesia sehingga mampu mengembangkan pengetahuan penulis dan masyarakat tentang melayu," ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya Malay Corner diharapkan mampu memperarat dan memberikan kestabilan atau keamanan antara Malaysia dan Indoensia karena pada beberapa waktu lalu hubungan antara kedua negara sempat memanas. "Gapena Malaysia tidak hanya bekerjasama dengan lembaga sastra tapi juga dengan instansi pemerintahan sehingga terjalin hubungan baik dengan Indonesia," katanya.
Dia menambahkan, Malay Corner tidak hanya dibuka di Indonesia tapi juga di negara-negara Melayu serumpun seperti Brunai Darusslam, India dan lainnya. "Sumut adalah salah satu tanah asal usul Melayu dan pengadaan Melayu Corner ini merupakan lanjutan dari kerja sama yang telah dilakukan sejak dulu dan ke depan diharapkan akan ada kegiatan yang dilakukan secara bersama dengan BPADSU," harapnya.
Sambut baik
Sementara itu, Kepala BPAD Sumut, Drs Syaiful Syafri menyambut baik dengan adanya kerjasama yang dilakukan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang melayu.
“Untuk merealisasi ini, kita akan buka pojok Melayu di lantai dasar. Saat ini sudah ada ornamen Melayu tinggal membuat desainnya saja. Mudah-mudahan dalam waktu singkat pojok Melayu yang berisikan buku-buku terbitan Malaysia sudah bisa dinikmati masyarakat,”katanya.
Syaiful menambahkan, saat ini BPADSU memiliki 350.000 eksemplar buku yang terdiri dari 45.000 judul buku. Pihaknya juga telah menerbitkan beberapa judul buku yang ditulis oleh penulis lokal di Sumut.. "Dengan adanya Corner Malay maka BPADSU akan menjadi tempat berbaurnya pelajar Malaysia dengan pelajar Sumut," tambahnya.
Pada kesempatan itu, Syaiful Syafri menyerahkan beberapa judul buku Melayu karangan putra Sumut di antaranya 'Resam Adat Melayu Batubara ' dan lainnya. Di tempat yang sama, Konsul Jenderal Malaysia di Medan, Norlin Binti Othman menambahkan, kerjasama ini termasuk hubungan rakyat dengan rakyat di mana sebenarnya antara Gapena dan pemerintah Indonesia memiliki banyak kegiatan.
Tapi, untuk perpustakaan kerjasama dengan BPAD Sumut baru pertama kali menjalin kerjasama dan komunikasi. “Ini kali pertama dengan perpustakaan dan akan menempatkan tulisan Malaysia sehingga ini bisa dinikmati publik dan diharapkan memberikan suatu pemahaman kepada masyarakat Indonesia,” katanya. Di Medan, lanjutnya ada sekitar 1000 mahasiswa Malaysia yang belajar di USU dan IAIN. Diharapkan, mahasiswa dapat memanfaatkan Malay Corner di BPAD Sumut.
Ketua Gerakan Masyarakat Minat Baca (GPMB) Sumut, Drs Husni Wardi Tanjung, MPd mengatakan kegiatan ini luar biasa, karena mampu membuat ‘jembatan budaya’ dimana bisa membuat damai antara kedua negara. “Hanya budaya yang bisa menjembatani kedua negara menjadi damai,” katanya.
|