Home / Perekonomian
Memasuki semester II tahun 2008, perkembangan ekonomi Sumatera Utara memberikan harapan ke arah tercapainya pertumbuhan ekonomi tahun 2008 yang lebih baik dari tahun 2007. Harapan tersebut timbul setelah melihat laju pertumbuhan ekonomi triwulan III-2008 yang diperkirakan mencapai 7,26% (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan II-2008 sebesar 5,50% (yoy).
Secara triwulanan, perekonomian Sumut juga tumbuh 2,92% (qtq) setelah pada triwulan sebelumnya mengalami kontraksi 0,96%. Pertumbuhan ekonomi tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan pada sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR), sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor industri pengolahan. Sektor PHR tumbuh paling pesat, yaitu sebesar 4,61% (qtq), terutama karena meningkatnya aktivitas perdagangan besar dan eceran, yang pada triwulan III-2008 mengalami lonjakan signifikan sehubungan hari raya Idul Fitri.
Sementara itu, laju inflasi Sumut triwulan III-2008 tercatat sebesar 10,47% (yoy), lebih baik dibanding laju inflasi nasional sebesar 12,14% (yoy). Hal ini kiranya memberikan suatu indikasi bagi upaya pencapaian stabilitas harga di Sumut ke depan. Adapun perkembangan harga barang dan jasa periode Januari-September menunjukkan inflasi 8,41% (ytd).
Sejalan dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi dan relatif terkendalinya tingkat inflasi, indikator perbankan juga menunjukkan perkembangan positif. Pada triwulan III-2008, perbankan di Sumatera Utara menunjukkan kinerja yang semakin meningkat dibandingkan akhir tahun 2007, ditandai dengan pertumbuhan asset, DPK, dan kredit yang moderat, sehingga masing-masing mencapai Rp97, 46 triliun, Rp77,97 triliun dan Rp65,87 triliun pada akhir triwulan III-2008.
Fungsi intermediasi perbankan juga mengalami peningkatan tercermin dari naiknya loan to deposits ratio (LDR), yaitu dari 76,01% di akhir tahun 2007 menjadi 84,48%. Begitu pula dengan kualitas kredit perbankan yang mengalami peningkatan, terlihat dari turunnya rasio kredit bermasalah atau non performing loans (NPLs) dari 6,24% di akhir tahun 2007 menjadi 3,16%.
Sumber : Tim Ekonomi Moneter KBI Medan
|